SOSIALISASI KEAMANAN DAN KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDARA FRANS KAISIEPO BIAK

Biak, 28 November 2024 – Pada hari Kamis, 28 November 2024, bertempat di ruang rapat Bandara Frans Kaisiepo Biak, berlangsung kegiatan sosialisasi keamanan dan keselamatan penerbangan yang melibatkan para pemuka agama, khususnya para ketua jemaat dari gereja-gereja yang berlokasi di sekitar bandara. Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WIT ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan keselamatan di area bandara.

Dalam sosialisasi ini, General Manager Bandara Frans Kaisiepo Biak, menyampaikan berbagai permasalahan yang tengah dihadapi oleh bandara, di antaranya adalah pengrusakan pagar batas bandara, pencurian fasilitas bandara, serta aktivitas masyarakat yang tidak seharusnya dilakukan di area bandara. Hal-hal tersebut menjadikan bandara Frans Kaisiepo menjadi salah satu bandara paling tidak aman dan menyebabkan penurunan status bandara dari yang sebelumnya berstatus internasional menjadi bandara domestik, yang berdampak pada berkurangnya jumlah maskapai yang beroperasi di Biak.

General Manager juga menekankan bahwa Kabupaten Biak Numfor sebenarnya memiliki potensi besar di bidang pariwisata dan perikanan, namun perubahan status bandara ini turut menghambat akses internasional, termasuk hilangnya peluang ekspor-impor perdagangan, berkurangnya kepercayaan terhadap operasional bandara, serta kesulitan dalam mendatangkan turis internasional. Semua ini berdampak langsung pada kemajuan pariwisata di Biak Numfor.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para ketua jemaat dapat berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada warga jemaatnya tentang pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan di area bandara. Para ketua jemaat yang hadir, antara lain Ketua Jemaat Marthen Luther Mandala, Ketua Jemaat Silo Ambroben, Ketua Jemaat Elizabeth Aibekobfuar, Ketua Jemaat Ruth Yenures, Ketua Jemaat Korer Sburya, dan Ketua Jemaat Elim Karang Mulia, sepakat untuk mengarahkan jemaat mereka agar tidak lagi menggunakan jalur melalui area bandara serta menghindari aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.




Selain itu, dilakukan juga penandatanganan kesepakatan bersama antara para ketua jemaat untuk terus memberikan himbauan dan sosialisasi kepada warga jemaat mereka mengenai pentingnya menjaga keamanan di sekitar bandara. Rencana ke depan, Bandara Frans Kaisiepo Biak akan melakukan penutupan pagar yang rusak, dengan total 90 titik kerusakan pagar yang perlu diperbaiki. Di samping itu, diharapkan masyarakat sekitar dapat mendukung upaya-upaya tersebut untuk membantu mengembalikan status Bandara Frans Kaisiepo Biak menjadi bandara internasional, sehingga maskapai-maskapai internasional dapat kembali beroperasi.

General Manager Bandara Frans Kaisiepo Biak mengucapkan terima kasih kepada para ketua jemaat yang hadir dan mendukung upaya pemulihan bandara ini. Sosialisasi serupa juga direncanakan akan diadakan untuk pihak-pihak terkait lainnya, termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor, tokoh adat, dan pimpinan kampung/desa setempat, guna memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandara Frans Kaisiepo Biak.

Posting Komentar

0 Komentar